>
Alhamdulillaah, dakwah Ahlus Sunnah semakin berkembang pesat, khususnya yang diemban oleh sebagian ustadz Ahlus Sunnah, tidak lagi berjalan di tempat, tidak lagi terlalu sibuk dengan fitnah perpecahan antara sesama Ahlus Sunnah sebagaimana yang dinasihatkan para ulama, khususnya para ulama besar di masa ini yang telah dimintai fatwa mereka yaitu Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan, Asy-Syaikh Al-‘Allamah Washiyullah ‘Abbas, Asy-Syaikh Al-Fadhil ‘Utsman As-Saalimi dan para ulama yang lainnya hafizhahumullah telah menasihatkan untuk terus berdakwah dan tidak usah peduli dengan celaan orang-orang yang mencela di jalan Allah ta’ala.
Dan saat itulah…
Orang-orang yang memusuhi dakwah ini akan semakin khawatir akan hancurnya kebatilan mereka dan tersebarnya dakwah kepada tauhid dan sunnah, mereka pun bangkit untuk berusaha menghadang laju gerak dakwah yang penuh berkah ini, sebagai ketetapan Allah ta’ala yang mesti dihadapi.
Allah ta’ala berfirman,
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا
“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” [Al-Furqon: 31]
Juga firman Allah Ta’ala,
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” [Al-An’am: 112]
Tak Perlu Heran…! Pengikut Kebenaran Akan Selalu Mendapat Pertolongan dan Ujian dari Allah Ta’ala:
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
والحق منصور وممتحنٌ! فلا تعجب فهذي سنة الرحمن
“Dan kebenaran itu selalu ditolong dan diuji, maka tak perlu kamu heran karena ini adalah sunnah (ketetapan) Allah Ar-Rahman.” [Matan Qosidah Nuniyah, 2/14]
Dan semua itu walhamdulillah tidak akan membahayakan Ahlus Sunnah sedikit pun, yang justru berbahaya ketika Ahlus Sunnah tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan disibukkan dengan perpecahan antara satu dengan yang lainnya.
Allah ta’ala berfirman,
وَأَطِيعُواْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Anfal: 46]
Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
صاحب الصدق مع الله لا تضره الفتن
“Orang yang jujur kepada Allah maka fitnah-fitnah tidak akan membahayakannya.” [Fathul Baari, 6/483]
Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah juga berkata,
وأن الله يجعل لأوليائه عند ابتلائهم مخارج وإنما يتأخر ذلك عن بعضهم في بعض الأوقات تهذيبا وزيادة لهم في الثواب
“Dan bahwa Allah senantiasa menjadikan bagi wali-wali-Nya; jalan-jalan keluar ketika mereka ditimpa bala, hanya saja jalan keluar itu terkadang lambat bagi sebagian mereka pada sebagian waktu untuk pembersihan (dari dosa) dan tambahan pahala untuk mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar